KONSEP KE-TUHANAN DALAM FAHAM TRINITAS

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Di zaman yang semakin maju dan modern ternyata masih banyak kesalahpahaman dalam mengartikan konsep Ketuhanan. “Tuhan itu Esa”, itulah kalimat yang mempertegas bahwa Tuhan itu satu tidak dapat disamakan dengan apapun di dunia ini seperti batu, patung, dll.

Sebenarnya Tuhan telah mengutus Rosul dan Nabi untuk menyempurnakan pemahaman manusia mengenai Tuhan. Banyaknya aliran, agama, dan agama yang berbeda prinsip membuat manusia memiliki perbedaan sikap terhadap suatu agama. Ada yang terlalu fanatik terhadap suatu aliran agama sehingga menjadi korban aliran tersebut.

Lain halnya dengan aliran, ada faham animisme, dinamisme, trinitas, dll. Dalam faham animisme Tuhan dipercayai terdapat pada roh nenek moyang, dinamisme mempercayai Tuhan hidup dalam benda-benda mati. Sementara dalam faham trinitas mempercayai bahwa Tuhan memiliki tiga pribadi dalam satu substansi yaitu Bapa Allah, Anak Allah, dan Roh Kudus. Semua itu ternyata bukan jawaban mengenai Ke-esaan Tuhan melainkan hanyalah sebuah ketimpangan agama belaka.

Pada akhirnya, diri pribadi dan keyakinan manusia itu sendirilah yang dapat menjawab itu semua. Tetapi pada hakekatnya manusia mempunyai pilihan untuk menentukan apa yang terbaik dalam hidupnya, termasuk dalam hal beragama. Namun yang perlu diingat Tuhan semua manusia itu adalah satu. Allah itu Esa, tanpa ada yang lain.

  1. Rumusan Masalah
  • Apa yang dimaksud faham trinitas ?
  • Dalam faham trinitas, siapa Bapa Allah, Anak Allah, dan Roh Kudus ?
  • Bagaimana Al-Kitab menelaah tentang faham trinitas tersebut ?

4). Bagaimana konsep ketuhanan menurut al-quran dan hadist?

 

  1. Tujuan
  • Menjelaskan maksud faham trinitas
  • Mengetahui substansi dari siapa sebenarnya Bapa Allah, Anak Allah, dan Roh Kudus menurut faham trinitas
  • Mengetahui telaah Al-Kitab terhadap faham trinitas
  • Menjelasan konsep ketuhanan menurut al-quran dan hadist

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. KONSEP BAPA ALLAH
  • Akulah Tuhanmu yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tenpat perbudakan, engkau tidak ada memiliki Tuhan-tuhan lain selain Aku. (keluaran 20 : 2 – 3 – al)
  • Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah ALLAH, tidak ada yang lain kecuali Dia. (ulangan 4 : 35)
  • Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa … (Markus 12 : 29)
  1. KONSEP ANAK ALLAH
  • Maka engkau harus berkata kepada Fir’aun : Beginilah firman Tuhan : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung. (keluaran 4 : 22)
  • Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah. (Markus 1 : 1)
  • Anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. (Lukas 3 : 38)
  1. KONSEP ROH KUDUS
  • Bumi belum terbentuk dan kosong ; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaaan air. (kejadian 1 : 2)

Lihat itu hamba-Ku yang Ku pegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hokum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42 : 1)

BAB III

PEMBAHASAN

              

  1. PENGERTIAN FAHAM TRINITAS

Trintas adalah konsep ketuhanan umat kristiani yang menyatakan bahwa Tuhan itu terdiri dari 3 pribadi dalam satu kesatuan atau tritunggal yaitu (Bapa, Yesus /Anak, Roh Kudus).

Definisi trinitas yang telah dijelaskan di atas didasari dari pernyataan berikut :

  1. Athanasian Creed (abad VI) mendefinisikan Trinitas sebagai berikut: Bapak adalah tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, namun bukan tiga tuhan melainkan satu tuhan.
  2. The Orthodox Christianity mendefinisikan lagi Trinitas sebagai berikut:  Bapak adalah Tuhan,Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, dan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri, membentuk satu Tuhan.

SEJARAH TRINITAS

Paham trinitas sebenarnya diilhami dari kepercayaan lama para penyembah berhala atau dewa-dewa yang telah berkembang dikawasan kerajaan Babilonia, Mesir, Yunani, dan Romawi. Kepercayaan Tuhan lebih dari satu, atau kepercayaan bahwa Tuhan dapat memiliki keturunan merupakan inti dari ajaran penyembah berhala tersebut.

Dogma  trinitas  yang  dianut  oleh  pihak  gereja  sejak  abad  ke  II  sebenarnya  adalah  paham  yang  disadur  dari  paham  platonis  yang  dicetuskan  oleh  plato  sebagai berikut : Platomenganggap  keilahian  alami  terdiri  dari  atas  tiga  bagian:  Penyebab  awal, Firman (Logos), dan Roh alam semesta….Sistem Platonis sebagai tiga Tuhan,bersatu antara satu dengan lainnya melalui kehidupan yang baka dan misterius; dan Firman (Logos)  secara  khusus  dianggap  yangpaling  tepat  sebagai  Anak Bapak  yang  baka dan sebagai pencipta dan penguasa alam semesta.Pihak gereja juga sudah sering mencoba memasukkan ajaran plato ini ke dalam ajaran Kristen.

Namun baru pada abad ke-4 baru terlaksana dengan dikukuhkannya Athanasian Creed. Baru setelah pengukuhan inilah Tuhan, Anak, dan Roh Kudus masing-masing dianggap tuhan setara dan abadi muncul hingga sekarang.

Dari sini adalah titik awal perusakan ajaran Yesus yang monotheisme diganti dengan ajaran hasiladaptasi  ajaran  kaum penyembah  berhala  atau  paganism. Jika  umat kristiani  melihat  sejarah dan  jujur  terhadap  diri  mereka  sendiri,  maka  mereka seharusnya  tahu  bahwa  Yesus  yang  mereka  muliakan   tidak  pernah  mengajarkan trinitas.  Ajaran  yang  dibawa  Yesus  dan  nabi-nabi  sebelumnya  sama  yaitu monotheisme  bukan  trinitas.Hal  ini  masih  amat  sangat  jelas dan terang termaktub dalam Alkitab.  Begitu  juga  nabi  Muhammad  yang  merupakan  penerus nabi Isa  atau Yesus,  tidak  ada  sedikitpun  ajarannya  mengatakan  bahwa  Tuhan  itu  lebih  dari  satu apa lagi kurang. Peristiwa pengubahan ajaran monotheisme yang diajarkan oleh Yesus menjadi ajaran paganisme  sangatlah  menyesatkan  umat  kristiani  hingga  saat  ini.  Bahkan Allah  swt sampai mengabadikan peristiwa dasyat ini dalam ayat alqur’an surat Maryam ayat  (88-91)

  1. ULASAN SEHUBUNGAN TRINITAS

Masalah Trinitas sering kali ditanyakan dan dibahas disebabkan adanya serangan dari kelompok-kelompok lain, atau adanya kebutuhan untuk bisa menerangkan apa yang kita percayai.

Sebetulnya bagi mereka yang meyakini Trinitas, masalah yang sering timbul adalah, bagaimanakah kita menerangkan hal ini.

  1. Bagaimanakah menghadapi tantangan atau pertanyaan dari pihak luar yang menyerang kepercayaan kita (Pihak Luar ini mencakup siapa saja, tidak perlu harus menyempitkan arti ke satu golongan atau kelompok).
  2. Bagaimanakah menghadapi ulasan atau doktrin yang muncul dari anggota sendiri, yang berbeda dari kepercayaan umum. (Saya bahas dalam bagian ketiga).
  3. Bagaimanakah menerangkan doktrin ini kepada anak-anak kita sendiri.

Itulah masalah yang di hadapi oleh masyarakat kristiani di dalam kehidupan nyata sehari-hari, dan umat Tuhan sebetulnya memerlukan pegangan untuk menyatakan apa yang mereka percayai. Bagaimana mereka mempunyai benteng untuk menghadapi tantangan-tantangan di atas. Oleh sebab itu mereka mulaikan dengan harapan hal ini bisa lebih disempurnakan oleh beberapa pihak yang berkompeten, sehingga dapat menjadi bekal yang baik. Apabila di pelajari maka atribut Allah di Alkitab bisa dipakai oleh Bapa, Yesus dan Roh Kudus.

Banyak ayat-ayatnya,beberapa diantaranya:

Bapa:

1 Yoh 2:3  Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

Anak:

Mar 1:1  Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

Roh Kudus:

Kej 1:2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Dengan demikian atribut Allah (YHWH) adalah bukan nama diri pribadi Bapa, tetapi nama gelar sebagai pencipta, pemelihara, pemberi hidup dsb. (YHWH tidak pernah diucapkan sebagai Yehova, Yahwe, atau Yehuwa, tetapi diucapkan sebagai Adonay atau Ha-Shem – Nama itu, – kebetulan saya baru membahas kontroversi nama Allah di antara umat Islam dan Kristen).

Hal  ini berbeda dengan Allah (Alloh) orang Islam, yang memang menurut mereka Allah adalah nama diri (pribadi), sehingga perbedaan pengertian ini sering menimbulkan masalah. Menurut pandangan orang Islam, maka kata Allah (Alloh) sebagai nama pribadi, maka hal ini adalah nama khusus untuk Tuhan (dalam hal ini pengertiannya adalah Allah Bapa, sebagai satu-satunya Allah). Nama ini tidak boleh diganti, dan tidak boleh dipakai oleh oknum lain, karena hal itu merupakan hujat (musyrik).

I

  1. HUBUNGAN TRINITAS DENGAN ALKITAB
  1. FAKTA YANG PERTAMA: Alkitab menyatakan bahwa Allah itu hanya satu, yang namanya disebut YHWH – (Kemudian ada yang menambahkan huruf hidup diantaranya menjadi Yahweh atau Jehovah, dan ada yang menyebut Yehuwa.) Ayat yang terkenal yang selalu dipakai adalah Ula 6:4. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (shema Yisrael, Yehovah Eloheinu, Yehovah achad.) (Syema Ysrael, Adonai Elohenu, Adonay Ehad”.). “Hai umat Israel, dengarkanlah: Yahweh, TUHAN Allah kita, adalah TUHAN  yang esa” (FAYH). Jadi fakta yang ada di Alkitab, bahwa Tuhan (YHWH) adalah Esa, dan kata yang dipakai adalah Ahad (tunggal) bukan Yachad (jamak).
  1. FAKTA YANG KEDUA: Di Alkitab Allah berbicara mengenai Diri-Nya dalam bentuk jamak – Kej 1:26; 3:22; 11:7

Apabila kita teliti, maka dari ayat-ayat pertama dalam Alkitab sudah disebutkan adanya:

Allah sang Pencipta, dan pada saat menciptakan sudah menyatakan kejamakannya.

Kej 1:1  Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Kej 1:2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Kej 1:26  Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Jadi ada Allah, ada Roh Allah, dan jelas jamak karena menyebut Kita. (di Alquran juga jamak Kami).

Apakah Tuhan tidak mengerti perbedaan Tunggal dan Jamak sehingga membingungkan manusia, atau memang Tuhan sangat mengerti dan menyatakan diri-Nya dalam bentuk satu Kesatuan yang terdiri dari beberapa pribadi (yaitu tiga).

Kemudian dari pernyataan Alkitab, dan Bapa sendiri, ada oknum lain yang berhak memakai kata Allah, yaitu Anak-Nya.

  1. Alkitab menyatakan sifat-sifat Ilahi (Ke – Allahan):

KEKAL (tidak berawal dan berakhir): Kel 3:14; Maz 90:2; 102:24-27; Ibr 1:2; Wah 1:8

MAHA HADIR: 1 Raj 8:27; Max 139:7-12; Jer 23:23,24; Amos 9:2 Ibr 4:13

MAHA TAHU: Maz 139:2-4; 147:4,5; Dan 2:7,8; Yes 40:28; Rom 11:33

MAHA  KUASA: Yer 32:17; Maz 107:25-29; Dan 4;17,25,35; Ayub 42:2

TIDAK BERUBAH: 1 Sam 15:29; Maz 33:11; Yes 46:10,11; Ibr 1:12; Yak 1:17

SIFAT (MORAL): Suci, Benar, Penuh Rahmat, Murah Hati, Kasih, Kebenaran, Murni dan sifat-sifat lainnya yang memang menjadi bagian dari alam-Nya)

  1. Alkitab menyatakan bahwa Yesus mempunyai sifat-sifat Ke-AllahanYesus disebut Yehovah: (YHWH) Yes 6:5 — Yoh 12:41; Yes 41:4; 44:6; 48”12’ Wah 1:17; 22:13
  2. Alkitab menyatakan bahwa Roh Allah (Roh Kudus, Roh Suci) mempunyai sifat-sifat Ke-Allahan. Roh Kudus juga disebut Yehovah (YHWH): yang merujuk pada peristiwa pengalaman di padang belantara yaitu Maz 95:6-9; (banyak ayat-ayat di Perjanjian Lama yang menyatakan firman Allah, yang disebut sebagai firman Roh Kudus di Perjanjian Baru)
  1. KONSEP KETUHANAN MENURUT AL QURAN DAN HADIS

Menurut para mufasir, melalui wahyu pertama al-Qur’an (Al-‘Alaq [96]:1-5), Tuhan menunjukkan dirinya sebagai pengajar manusia. Tuhan mengajarkan manusia berbagai hal termasuk di antaranya konsep ketuhanan. Umat Muslim percaya al-Qur’an adalah kalam Allah, sehingga semua keterangan Allah dalam al-Qur’an merupakan “penuturan Allah tentang diri-Nya.

Selain itu menurut Al-Qur’an sendiri, pengakuan akan Tuhan telah ada dalam diri manusia sejak manusia pertama kali diciptakan (Al-A’raf [7]:172). Ketika masih dalam bentuk roh, dan sebelum dilahirkan ke bumi, Allah menguji keimanan manusia terhadap-Nya dan saat itu manusia mengiyakan Allah dan menjadi saksi. Sehingga menurut ulama, pengakuan tersebut menjadikan bawaan alamiah bahwa manusia memang sudah mengenal Tuhan. Seperti ketika manusia dalam kesulitan, otomatis akan ingat keberadaan Tuhan. Al-Qur’an menegaskan ini dalam surah Az-Zumar [39]:8 dan surah Luqman [31]:32.

Konsep Tuhan berdasar spekulasi

Sebagian ulama berbeda pendapat terkait konsep Tuhan. Namun begitu, perbedaan tersebut belum sampai mendistorsi Al-Qur’an. Pendekatan yang bersifat spekulatif untuk menjelaskan konsep Tuhan juga bermunculan mulai dari rasionalitas hingga agnostisisme, panteisme, mistisme, dan lainnya dan juga ada sebagian yang bertentangan dengan konsep tauhid sehingga dianggap sesat oleh ulama terutama ulama syariat. Dalam Islam, bentuk spekulatif mudah dibedakan sehingga jarang masuk ke dalam konsep tauhid sejati. Beberapa konsep tentang Tuhan yang bersifat spekulatif di antaranya adalah Hulul, Ittihad, dan Wahdatul Wujud.

Konsep Tuhan dalam Islam vs tuhan dalam Arab pra-Islam Ketika membandingkan politeisme Arab pra-Islam, Tuhan dalam Islam tidak memiliki teman dan sekutu maupun pertalian antara Tuhan dengan Jin. Arab pagan pra-Islam bermula dengan adanya berhala yang dibawa ke tanah Arab oleh ‘Amr bin Luhay. Mereka lalu mencampur-adukkan antara monoteisme yang dibawa Ibrahim dan paganisme. Mereka percaya takdir yang kabur, kuat, dan tidak dapat ditawar-tawar melebihi apa yang manusia tidak dapat kendalikan. Paham ini diganti dengan gagasan Islam Tuhan Yang Maha Pemurah namun Maha Kuasa.

Tuhan dalam Islam vs Tuhan dalam Yahudi

Menurut Francis Edwards Peters, “Al-Qur’an menuntut Muslim untuk beriman, dan sejarawan menyetujui bahwa Muhammad and pengikutnya menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan Yahudi [lihat Al-Qur’an Surah Al-‘Ankabut[29]:46]. Allah Al-Qur’an adalah Tuhan Pencipta yang sama yang mengadakan perjanjian dengan Ibrahim“. Peters menyatakan bahwa hal tersebut dalam al-qur’an.

BAB IV

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Konsep ketuhanan trinitas yang di kumandangkan para misionaris Kristen sesungguhnya tidak ada dalam Alkitab. Ia adalah doktrin gereja dan merupakan pengembangan sayap dari doktrin Paulus, yang selanjutnya dipercayai begitu saja oleh umat Kristen tanpa dasar yang kuat.

  1. PENUTUP

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyelesaikan tugas makalah ini dengan lancar. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, dan jika ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini, kami mohon kritik dan saran yang membangun.

GERAKAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN ESENSIALISME DAN PERENNIALISME

GERAKAN PEMBAHARUAN PENDIDIKAN
ESENSIALISME DAN PERENNIALISME

  1. Esensialisme
  2. Orientasi umum
  3. Batasan

Esesensialisme modern dalam pendidikan adalah gerakan pendidikan yang memprotes terhadap skeptisisme dan sinisme dari gerakan Progresisvisme terhadap nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial. Menurut Esesensialisme, nilai-nilai yang tertanam dalam warisan budaya/sosial adalah nilai-nilai kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur-angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah selama beratus tahun, dan di dalamnya telah teruji dalam gagasan-gagasan dan cita-cita yang telah teruji dalam perjalanan waktu.

  1. Karakteristik

Ciri-ciri Filsafat Pendidikan Esesensialisme, yang disarikan oleh William C. Bagley adalah sebagai berikut :

1)   Minat-minat yang kuat dan tahan lama sering tumbuh dari upaya-upaya belajar awal yang memikat atau menarik perhatian bukan karena dorongan dari dalam jiwa.

2)  Pengawasan, pengarahan, dan bimbingan orang yang belum dewasa adalah melekat dalam masa balita yang panjang atau keharusan ketergantungan yang khusus pada spesies manusia.

3)  Oleh karena kemampuan untuk mendisiplinkan diri harus menjadi tujuan pendidikan, maka menegakkan disiplin adalah suatu cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Di kalangan individu maupun bangsa, kebebasan yang sesungguhnya selalu merupakan sesuatu yang dicapai melalui perjuangan, tidak pernah merupakan pemberian.

4)  Esesensialisme menawarkan teori yang kokoh kuat tentang pendidikan, sedangkan sekolah-sekolah pesaingnya (progresivisme) memberikan sebuah teori yang lemah. Apabila terdapat sebuah pertanyaan di masa lampau tentang jenis teori pendidikan yang diperlukan sejumlah kecil masyarakat demokrasi di dunia, maka pertanyaan tersebut tidak ada lagi pada hari ini.

  1. Tokoh Bagley (1874-1946)
  2. William C. Bagley lahir di Detroit. Ia memasuki Universitas Negeri Michigan, danUniversitas Wisconsin, dan menerima gelar Doktor dari Universitas Cornell tahun 1900. setelah mengajar di sekolah umum dan sekolah guru di Illinois dan mengajar di Universitas Illinois, dalam tahun 1917 ia mengajar di Sekolah Tinggi Guru (Teachers College) di Universitas Columbia selama lebih dari 20 tahun, dan pensiun dalam tahun 1940.
  3. Dalam perjalanan karirnya, ia menyunting Jurnal Asosiasi Pendidikan Nasional (Journal of the Nationa Education Assiation), dan penerbitan berkala serta menjabat sebagai Presiden Dewan Nasional (NEA’s Naitional Council of Education).
  1. Dasar Filosofis

Esesensialisme merupakan gerakan pendidikan yang bertumpu pada mazhab filsafat idealisme dan realisme. Meskipun kaum Idealisme dan kaum Realis berbeda pandangan filsafatnya, mereka sepaham bahwa:

  1. hakikat yang mereka anut memberi makna pendidikan bahwa anak harus menggunakan kebebasannya, dan ia memerlukan disiplin orang dewasa untuk membantu dirinya sebelum dia sendiri dapat mendisiplinkan dirinya; dan
  2. Manusia dalam memilih suatu kebenaran untuk dirinya sendiri dan lingkungan hidupnya mengandung makna pendidikan bahwa generasi muda perlu belajar untuk mengembangkan diri setinggi-tingginya dan kesejahteraan sosial.
  3. Teori Pendidikan
  4. Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan adalah menyampaikan warisan budaya dan sejarah melalui suatu inti pengetahuan yang telah terhimpun, yang telah bertahan sepanjang waktu dan dengan demikian adalah berharga untuk diketahui oleh semua orang. Pengetahuan ini diikuti oleh keterampilan. Keterampilan-keterampilan, sikap-sikap, dan nilai-nilai yang tepat, membentuk unsur-unsur ayng inti (esensial) dari sebuah pendidikan. Pendidikan bertujuan untuk mencapai standar akademik yang tinggi, pengembangan  intelek atau kecerdasan.

  1. Metode Pendidikan

1)      Pendidikan berpusat pada guru (teacher centered).

2)      Umumnya diyakini bahwa pelajar tidak betul-betul mengetahui apa yang diinginkan, dan mereka haru dipaksa belajar. Oleh karena itu pedagogi yang bersifat lemah-lembut harus dijauhi, dan memusatkan diri pada penggunaan metode-metode tradisional yang tepat.

3)      Metode utama adalah latihan mental, misalnya melalui diskusi dan pemberian tugas; dan penguasan pengetahuan, misalnya melalui penyampaian informasi dan membaca.

  1. Kurikulum

1)      Kurikulum berpusat pada mata pelajaran yang mencakup mata-mata pelajaran akademik yang pokok.

2)      Kurikulum Sekolah Dasar ditekankan pada pengembangan keterampilan dasar dalam membaca, menulis, dan matematika.

3)      Kurikulum Sekolah Menengah menekankan pada perluasan dalam mata pelajaran matematika, ilmu kealaman, humaniora, serta bahasa dan sastra. Penguasaan terhadap mata-mata pelajaran tersebut dipandang sebagai suatu dasar utama bagi pendidikan umum yang diperlukan untuk dapat hidup sempurna. Studi yang ketat tentang disiplin tersebut akan dapat mengembangkan kesadaran pelajar, dan pada saat yang sama membuat mereka menyadari dunia fisik yang mengitari mereka. Penguasaan fakta dan konsep-konsep pokok dan disiplin-disiplin yang inti adalah wajib.

  1. Pelajar

Siswa adalah makhluk rasional dalam kekuasaan fakta dan keterampilan-keterampilan pokok yang siap melakukan latihan-latihan intelektif atau berpikir.

  1. Pengajar

1)      Peranan guru kuat dalam mempengaruhi dan mengawasi kegiatan-kegiatan di kelas.

2)      Gruru berperanan sebagai sebuah contoh dalam pengawalan nilai-nilai dan penguasaan pengetahuan atau gagasan-gagasan.

  1. Perennialisme
  2. Orientasi Umum
  3. Batasan

Perennialisme adalah gerakan pendidikan yang memprotes terhadap gerakan Pendidikan Prigresivisme yang mengingkari supernatural. Perennialisme adalahgerakan pendidikan yang mempertahankan bahwa nilai-nilai universal itu ada, dan bahwa pendidikan hendaknya merupakan suatu pencarian dan penanaman kebenaran-kebenaran dan nilai-nilai tersebut.

  1. Karakteristik

Robert M. Hutchins merangkum tugas pendidikan sebagai berikut : Pendidikan mengandung mengajar. Mengajar mengandung pengetahuan. Penegtahuan               adalah kebenaran. Kebenaran, di mana pun adalah saqma. Karena itu pendidikan di mana pun seharusnya sama.

  1. Tojoh Hutchins
  2. Hutchins adalah juru bicara utama bagi filsafat kaum Perennialisme di Amerika dan sebuah semua kritik yang penting tentang praktek pendidikan, khususnya pendidikan di perguruan tinggi, selama paruh pertama abad 20. Ia merasakan kekacauan dalam pendidikan tinggi disebabkan oleh tiga kelompok utama dalam masyarakat, yaitu:

1.)    kecintaan pada uang.

2.)    Suatu konsep yang keliru tentang demokrasi, dan

3.)    Suatu gagasan yang keliru tentang kemajuan.

Ia terutama menentang kecenderungan mengidentifikasi kemajuan dengan akumulasi yang tepat tentang informasi. Dalam pendekatan semacam ini, pengahargaan terhadap fakta secara logis mendorong pada pengajaran tentang fakta–tetapi ia beragumentasi bahwa fakta tidak selamanya berlaku, dan berdasarkan generasi geometris tentang fakta baru yang berkembang cepat, bagaimanakah usul kita menangani hal tersebut? Ia berpendapat bahwa akan jauh lebih berarti apabila mengutamakan belajar di sekolah dengan belajar pemikiran klasik dan intelektual, yang merupakan kekuatan dan hal yang penting dari akal pikiran manusia.

  1. Ketika
    Ketika menjadi Presiden Universitas Chicago (1929-1945), sebuah posisi yang diraihnya pada usia 30 tahun, Hutchins berbuat banyak hal untuk memajukan gerekan pendidikan liberal. Ia menghapuskan kelompok-kelompok persaudaraan, sepak bola, wajib hadir, dan sistem kredit. Ia merasa bahwa belajar untuk belajar itu sendiri dirusak oleh konsep universitas yang hanya mempersipakan mahasiswanya untuk bekerja. Penekanan pada kemajuan ini membuatnya sangat merendahkan pendidikan “Melatih” seorang anak muda hanya untuk melakukan suatu tugas yang rendahan seperti: konsmetologogi, montir mobil, atau perbaikan TV, dan ini atas biaya suatu pendidikan, jumlah seluruhnya, hanya untuk merendahkan sifat manusia. Ia meyakini yang sebaliknya, bahwa universitas harus menyediakan suatu pendidikan liberal dan pelatihan praktis tersebut hendaknya terjadi di lembaga-lembaga teknis. Dalam masa menjadi presiden di Universitas Columbia, ia menulis dan memberikan kuliah. Ia mengunggulkan prestasi intelektual dan menegakkan perlunya melestarikan tradisi pemikiran Barat secara akademis.
  2. Dasar Filosofis

Orientasi pendidikan dari Perennialisme adalah Scholastisisme atau Neo-Thomisme, yang pada dasarnya memandang kenyataan sebagai sebuah dunia akal pikiran dan Tuhan, pengetahuan yang benar diperoleh melalui berpikir dan keimanan, dan kebaikan berdasarkan perbuatan rasional.

  1. Teori Pendidikan
  2. a) Tujuan pendidikan

Membantu anak menyingkap dan menanamkan kebenaran-kebenaran hakiki. Oleh karena kebenaran-kebenaran tersebut universal dan konstan, maka kebenaran-kebenaran tersebut hendaknya menjadi tujuan-tujuan pendidikan yang murni. Kebenaran-kebenaran hakiki dapat dicapai dengan sebaik-baiknya melalui:

1)      Latihan intelektual secara cermat untuk melatih pikiran, dan

2)      Latihan karakter sebagai suatu cara mengembangkan manusia spritual.

  1. b) Metode Pendidikan

Latihan mental dalam bentuk diskusi, analisis buku melalui pembcaan buku-buku tergolonmg karya-karya besar, buku-buku besar tentang peradaban Barat.

  1. c) Kurikulum

Kurikulum berpusat pada mata pelajaran, dan cenderung menitikberatkan pada: sastra, matematika, bahasa, dan humaniora, termasuk sejarah. Kurikulum adalah pendidikan liberal.

  1. d) Pelajar

Makhluk rasional yang dibimbing oleh prinsip-prinsip pertama, kebenaran-kebenaran abadi, pikiran mengangkat dunia dunia biologis.

  1. e) Pengajar

1)      Guru mempunyai peranan dominan dalam penyelenggaraan kegitan belajar-mengajar di kelas.

2)      Guru hendaknya orang yang telah menguasai suatu cabang, seorang guru yang ahli (a master teacher) bertugas membimbing diskusi yang akan memudahkan siswa menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang tepat, dan wataknya tanpa cela. Guru dipandang sebagai orang yang memiliki otoritas dalam suatu bidang pengetahuan dan keahliannya tidak diragukan.

Aliran pembaharuan dalam  dunia pendidikan  merupakan  inovasi dan sebagai kritik terhadap aliran – aliran klasik yang dirasa telah tidak relevan lagi dengan kondisi yang ada . maka beberapa tokoh dalam  aliran – aliran pembaharuan mencetuskan  teori tentang pendidikan  yang lebih baik dan  lebih bisa diterapkan dalam  dunia pendidikan  . Adapun klasifikasi  beberapa aliran berdasarkan adanya kemiripan atau kesamaan teori  .
Dalam  tulisan  ini akan dibahas tentang aliran – aliran tersebut yaitu : Aliran Progresivisme, Aliran  Konstruksivisme, Essensialisme, Aliran Perenialisme disertai beberapa tokoh yang mendukung aliran – aliran  tersebut .

A.PROGRESIVISME

1.Aliran Progresivisme  
Aliran Progresivisme memandang bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan.  Hal ini ditunjukkan dengan adanya fakta bahwa manusia mempunyai kelebihan jika dibanding makhluk lain .Manusia memiliki sifat dinamis dan kreatif yang di dukung oleh kecerdasan sebagai bekal menghadapi dan memecahkan masalah. Peningkatan kecerdasan menjadi tugas utama pendidik, yang secara teori mengerti karakter peserta didik .    Peserta didik tidak hanya dipandang  sebagai kesatuan jasmani dan rohani, namun juga. termanifestasikan di dalam  tingkah laku dan perbuatan yang berada dalam  pengalamannya jasmani dan rohani, terutama kecerdasan, perlu dioptimalkan. Artinya peserta didik diberi kesempatan untuk bebas dan sebanyak mungkin mengambil bagian dalam  kejadian  -kejadian  yang berlangsung di sekitarnya, sehingga suasana belajar timbul di dalam  maupun di luar sekolah .
2.Tokoh Aliran  Progresivisme
Tokoh dalam  aliran  ini adalah  John Dewey  dan aliran ini secara garis besar memiliki pendapat  yaitu bahwa manusia mempunyai kemampuan  – kemampuan  yang wajar  dan dapat menghadapi serta mengatasi masalah yang bersifat menekan , ataupun masalah – masalah  yang bersifat mengancam dirinya .
Sehingga pemikiran manusia mampu mengantisipasi hal apa saja yang berada di depannya dan mampu memilih alternatif pemecahan atas persoalan yang timbul  dengan pemikiran yang cepat dan tepat . Manusia mampu  berfikir secara baik dalam  beberapa permasalahan yang dihadapi  dan mampu mengatasinya dengan baik.
B.KONSTRUKTIVISME
1.Aliran  Konstruktivisme  
Aliran  Konstruktivisme menegaskan bahwa pengetahuan  mutlak diperoleh dari hasil konstruksi kognitif dalam  diri seseorang   yakni  melalui pengalaman yang diterima lewat pancaindera , yaitu indra penglihatan , pendengaran , peraba , penciuman , dan indra perasa . Dengan demikian aliran ini menolak adanya transfer pengetahuan  yang dilakukan oleh seseorang  kepada orang lain   dengan alasan pengetahuan   bukan  barang yang bisa dipindahkan  , sehingga jika pembelajaran  ditujukan untuk mentransfer ilmu perbuatan itu akan sia – sia  saja .    Sebaliknya  kondisi ini akan berbeda jika pembelajaran  ini ditujukan untuk menggali pengalaman .
2.Tokoh Aliran  Konstruktivisme
Gagasan pokok Aliran  Konstruktivisme diawali oleh Giambatista Vico , seorang Epistimolog Italia Ia dipandang  cikal bakal lahirnya Aliran  Konstruktivisme . Ia mengatakan bahwa Tuhan adalah  Pencipta Alam semesta dan manusia adalah  tuan dari ciptaan .  mengerti berarti mengetahui sesuatu jika ia mengetahuinya . Hanya Tuhan yang dapat mengetahui segala sesuatu karena Dia Pencipta segala sesuatu itu . Manusia hanya dapat mengetahui sesuatu yang dikonstruksikan  Tuhan . Bagi Vico  pengetahuan  dapat menunjuk pada struktur konsep yang dibentuk . Pengetahuan  tidak bisa lepas dari subyek yang mengetahui .
Aliran  Konstruktivisme  dikembangkan oleh Jean Piaget  melalui teori kognitif , Pieget mengemukakan bahwa   pengetahuan  merupakan interaksi kontinou antara individu satu dengan lingkungan nya . Artinya pengetahuan  merupakan suatu proses  , bukan suatu barang . menurut piaget  mengerti adalah  proses  adaptasi intelektual antara pengalaman dan ide baru  dengan pengetahuan  yang telah dimilikinya , sehingga dapat terbentuk pengertian baru.Piaget juga berpendapat bahwa perkembangan kognitif dipengaruhi oleh tiga proses  dasar , yaitu asimilasi, akomodasi dan ekuilibrasi . adapun pengertian dari ketiganya adalah  sebagai berikut
Asimilasi adalah  penyesuaian struktur kognitif terhadap situasi baru .v
Akomodasi adalah  penerimaan terhadap informasi baru atau situasi baruv
Ekuilibrasi adalah  penyesuaian kembali yang secara terus menerus dilakukan antara      asimilasi dan akomodasv

C.ESENSIALISME
1 Aliran Esensialisme dan Pendapat  para Tokohnya
Pada dasarnya aliran ini memprtes aliran sinisme dari gerakan progresivisme  terhadap nilai – nilai  yang tertanam dalam  warisan budaya atau sosial . Menurut aliran ini nilai – nilai  yang tertanam dalam  warisan budaya atau sosial adalah  nilai – nilai  kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah  selama beratus tahun  dan di dalamnya telah teruji dalam  gagasan – gagasan dan cita – cita yang telah teruji dalam  perjalanan waktu  .

  1. Tokoh Aliran Esensialisme
    William C Bagley

 
Tokoh utama dalam  aliran ini adalah  William C Bagley  yang lahir di Detroit  , Ia memasuki Universitas Negeri Michigan  dan Universitas Wisconsin  dan menerima gelar Doktor  dari Universitas Cornell tahun 1900  ,Ia mengajar pada  Teachers College ( Sekolah tinggi Guru ) selama lebih dari 20 tahun  . Adapun Karakteristik dari aliran ini  dapat dilihat dari ciri – ciri filsafat yang dikemukakan oleh William C Bagley  yaitu :
Minat –minat yang kuat dan tahan lama sering tumbuh dari upaya – upayav belajar awal yang memikat atau menarik perhatian bukan karena dorongan dari dalam  jiwa .
Pengawasan , pengarahan dan bimbingan orang yang belum dewasa adalah v melekat dalam  masa balita yang panjang atau keharusan  ketergantungan yang khusus  pada spesies manusia
Oleh karena kemampuan   untuk mendisiplinkan diri harus menjadiv tujuan  pendidikan  maka penegakan kedisiplinan merupakan kunci utama untuk sebuah perjuangan , sebab segala sesuatu yang bersifat sebuah keberhasilan adalah  buah dari perjuangan  , bukan merupakan pemberian .
Esensialisme menawarkan teori yang kokoh dan kuat tentang pendidikan  ,v sedangkan  sekolah – sekolah pesaingnya yakni progresivisme memberikan  sebuah teori yang lemah  . Jika terdapat sebuah pertanyaan di waktu lampau tentang jenis teori pendidikan   yang diperlukan sejumlah kecil masyarakat demokrasi . maka pertanyaan tersebut tidak ada lagi sekarang Aliran ini bersumber dari filasafat idealisme dan realisme  , dsan didukung oleh kedua aliran tersebut yang mengatakan bahwa nilai – nilai  yang dapat memenuhi  adalah  berasal dari kebudayaan dan filsafat yang korelatif selama empat abad yang lalu yaitu zaman renaisans , adapun tokohnya adalah  sebagai berikut :
Johan Amos Cornelius  ( 1592 – 1670 )  yaitu agar segala sesuatu diajarkan melalui indera  karena indera adalah   pintu gherbangnya jiwa .
Johan Frieddrich Herbart ( 1776 – 1841 )  Tujuan  pendidikan  adalah  menyesuaikan jiwa seseorang   dengan kebajikan Tuhan  , perlu ada kesesuaian dengan kesusilaan dan prosesnya disebut pengajaran  .
William T Harris ( 1835 – 1909 ) Tugas pendidikan  adalah  menjadikan terbukanya realitas berdasarkan susunan yang tidak terelakkan dan bersendikan kesatuan spiritual  . Sekolah adalah  lembaga yang memelihara nilai – nilai  yang telah turun temurun  dan menjadi penuntu penyesuaian orang pada masyarakat .
Dari pendapat  diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aliran Esensialisme menghendaki agar landasan pendidikan  adalah  nilai – nilai  essensial , yaitu nilai – nilai  yang telah teruji oleh waktu , bersifat menuntun , dan telah turun temurun  dari zaman ke zaman  sejak zaman Renaissans.

D.PERENIALISME
1. Aliran  Perenialisme  
Perenialisme adalah  gerakan pendidikan  yang memprotes terhadap gerakan pendidikan  progresivisme yang mengingkari supernatural . Perenialisme adalah  gerakan  pendidikan  yang mempertahankan bahwa nilai – nilai  universal itu ada , dan bahwa pendidikan  hendaknya merupakan suatu pencarian dan penanaman kebenaran  – kebenaran  dan nilai – nilai  tersebut .
Orientasi aliran ini adalah  Scholatisme atau Neo Thomisme  yang pada dasarnya memandang kenyataan  sebagai sebuah dunia akal pikiran dan Tuhan , pengetahuan  yang benar diperoleh melalui berfikir dan keimanan  dan kebaikan berdasarkan perbuatan rasional .
2.Pendapat  Para Tokoh Aliran  Perenialisme
Robert M Hutchins  berpendapat bahwa tugas pendidikan adalah  sebagai berikut : pendidikan  mengandung  mengajar , mengajar mengandung  pengetahuan  , pengetahuan  adalah  kebenaran  ,dan kebenaran  dimanapun adalah  sama . Karena itu pendidikan dimana pun  seharusnya sama . Hutchins merupakan  juru bicara bagi filsafat  Perenialisme di Amerika dan Ia merasakan selama paruh pertama abad 20 , adanya kekacauan dalam  pendidikan  tinggi disebabkan oleh tiga kelompok utama dalam  masyarakat  yaitu :
Kecintaan pada Uangv
Suatu konsep yang keliru tentang Demokrasiv
Suatu gagasan yang keliruy tentang kemajuanv
Ia berpendapat bahwa  jauh lebih berarti mengutamakan belajar di sekolah  dengan belajar pemikiran klasik dan intelektual yang merupakan kekuatan dan hal yang penting dari akal pikiran manusia .Ia juga mengunggulkan prestasi intelektual dan menegakkan perlunya melestarikan tradisi pemikiran barat secara akademis,   dibanding konsep universitas yang  hanya mempersiapkan mahasiswanya untuk siap kerja .
Plato , Aris toteles  dan Thomas Aquino    Perenialisme memandang  bahwa kepercayaan  aksiomatis zaman kuno dan abad pertengahan perlu dijadikan  dasar pendidikan   sekarang . Pandangan aliran ini tentang pendidikan  adalah  belajar untuk berfikir , oleh sebab itu peserta didik harus dibiasakan untuk berlatih berfikir sejak dini . Pada awalnya peserta didik diberi kecakapan – kecakapan dasar seperti membaca , menulis dan berhitung , Selanjutnya dilatih kemampuan  yang lebih tinggi seperti berlogika , retorika dan bahasa .

E.KESIMPULAN
Aliran Progresivisme memandang bahwa peserta didik mempunyai akal dan kecerdasan  .Manusia memiliki sifat dinamis dan kreatif yang di dukung oleh kecerdasan sebagai bekal menghadapi dan memecahkan masalah . Peningkatan kecerdasan menjadi tugas utama pendidik
Aliran  Konstruktivisme menegaskan bahwa pengetahuan  mutlak diperoleh dari hasil konstruksi kognitif dalam  diri seseorang   yakni  melalui pengalaman yang diterima lewat pancaindera , yaitu indra penglihatan , pendengaran , peraba , penciuman , dan indra perasa .
Aliran Esensialisme berpendapat bahwa  nilai – nilai  yang tertanam dalam  warisan budaya atau sosial adalah  nilai – nilai  kemanusiaan yang terbentuk secara berangsur angsur dengan melalui kerja keras dan susah payah  selama beratus tahun .

ALIRAN PENDIDIKAN DEVELOPMENTALISME

proses pendidikan merupakan proses perkembangan jiwa, yaitu hasil dari aktivitas dan reaksinya terhadap lingkungan, karen apendidikan merupakan gabungan nature/pembawaan dan nurture (asuhan lingkungan). Pengembangan pendidikan mengutamakan pendidikan secara universal. Friendrich Froebel menyampaikan ada beberapa hal terkait aliran pendidikan developmentalisme, yaitu: teori nilai, pengetahuan, pembelajaran, sosial, alamiah manusia, kesempatan, dan dan tarnsmisi. Beliau juga menyebutkan bahwa tujuan pendidikan yaitu pencapaian keselarasan melalui kegiatan sendiri. Pendidikan berperan untuk memimpin manusia, yaitu: jelas tentang dirinya, hal tentang dirinya, perdamaian dengan alam, dan dekat dengan Tuhan.

Metode pendidikan yang bisa diterapkan pada aliran pendidikan developmentalisme:

1)       pengarahan kegiatan sendiri; 2) penemuan sebagai pernyataan diri; 3) menggambar; 4) ritme (musik/bahasa)/budaya; 5) alat-alat pendidikan (bahan ajar/media pembelajaran).

Sedangkan kurikulum pendidikannya berupa penekanan pada sifat asli anak, karena belajar adalah hasil kehidupan aktifnya, objek pembelajaran dapat mendorong anak belajar, jadi bukan hanya meperoleh pengetahuan tetapi belajar merupakan prose melatih keteramilan serta peningkatan kekuatan kemauan dan karakter. Belajar tentunya merupakan kegiatan konstrukif dan produktif.

Herbart menginginkan pembentukan manusia susila yang bermoral tinggi melalui pengembangan minat yang seluas-luasnya. Minat anak dikembangkan melalui pengajaran.

computing sistem beserta sejarahnya

COMPUTING SYSTEM

System computer mencakup perangkat lunak dan perangkat periferal yang sangat diperlukan dalam system kerja computer. Setiap system computer membutuhkan suatu system operasi.

SEJARAH KOMPUTER

Komputer Generasi Pertama (1946­ – 1959)

ENIAC, singkatan dari Electronic Numerical Integrator and Calculator adalah perkembangan computer pertama. ENIAC dibuat di University of Pennsylvania antara tahun 1943 dan 1945 oleh dua profesor, John Mauchly dan J. Prespert Eckert. ENIAC memenuhi ruangan sebesar 20 x 40 kaki, berbobot 30 ton, dan menggunakan lebih dari 18,000 tabung hampa. Seperti Mark I, ENIAC menggunakan pembaca kertas berlubang yang didapat dari IBM (ini adalah produk reguler dari IBM, dimana mereka sudah lama masuk dalam bisnis mesin akunting).

Ciri komputer generasi pertama adalah:

  • Penggunaan tube vakum , sehingga computer pada masa itu berukuran sangat besar
  • Adanya silinder magnetik untuk penyimpanan data.
  • Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.
  • Setiap komputer memiliki program kode­biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Sehingga computer pada masa itu sulit untuk di program.
    1. Komputer Generasi Kedua (1959­ – 1964)

GATES AND SIRCUIT

Pada masa ini teknologi yang berkembang adalah supercomputer. Ada dua jenis supercomputer yang ada pada masa itu. Pertama adalah Stretch yang dibuat oleh IBM dan yang kedua adalah LARC yang dibuat oleh Sprery. Computer-komputer ini digunakan untuk laboratorium energy atom agar dapat menangani sejumlah data besar yang sangat dibutuhkan untuk penelitian atom. Mesin tersebut sangat mahal dan sangat kompleks untuk komputasi bisnis, sehingga kepopulerannya terbatas.

Ciri-ciri komputer pada generasi kedua:

  • Penggunaan transistor sehingga ukurannya lebih kecil
  • Adanya pengembangan memori inti­magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya
  • Penggantian dari bahasa mesin menjadi bahasa Asembly
  • Muncul bahasa pemrograman COBOL dan FORTRAN
  1. Komputer Generasi Ketiga (1964­ – 1970)

Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.Para ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen­-komponen ke dalam suatu chiptunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen­-komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan system operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
Ciri-ciri komputer pada generasi ketiga:

  • Penggunaan IC(Intregrated Circuit)
  • Ukuran komputer menjadi lebih kecil
  • Ditemukannya Sistem Operasi
  1. Komputer Generasi Keempat (1979­ – sekarang)

Setelah menggunakan IC , pada masa ini adalah memperkecil ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Kemudian, Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Selanjutnya, pada tahun 1980an Very Large Scale Integration (VLSI) meningkatkan jumlah komponen menjadi jutaan. Pada pertengahan tahun 1970­an, perakit komputer merakit komputer menjadi lebih kecil (minicomputer), dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam.

Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:
• Digunakannya LSI, VLSI, ULSI
• Digunakannya mikroprosesor

SISTEM BILANGAN

  • bilangan decimal

Bilangan Desimal adalah bilangan dengan basis 10, disimbolkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.

  • Bilangan Biner

Bilangan Biner adalah bilangan dengan basis 2, disimbolkan dengan 0 dan 1.

  • Bilangan Oktal

Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8,disimbolkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7

  • Bilangan Hexadesimal

Bilangan hexadesimal adalah bilangan dengan basis 16, disimbulkan dengan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A,B, C, D, E, F

GATES AND SIRCUIT

  • AND gate
  • OR gate
  • NOT gate
  • NAND gate
  • NOR gate
  • EXOR gate
  • EXNOR gate

                

 untuk GATES AND SIRCUIT lebih lengkap bisa download di file GATES AND SIRCUIT