Kebun Raya Cibodas Etalase Botani Dunia

[Nusantara] Kebun Raya Cibodas Etalase Botani Dunia SEMINGGU menghirup udara Jakarta, cukup dengan sehari menghirup udara Cibodas. Begitulah, satu ungkapan tentang keberadaan Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jabar. Ini, menunjukkan, betapa masih asri dan sehatnya udara di Kebun Raya Cibodas, yang belum terkena polusi, dan betapa tidak sehatnya menghirup udara di kota-kota besar seperti Jakarta, karena sudah tercemar polusi. Kebun Raya Cibodas, selain udaranya sangat sehat, sejuk tapi nyaman, merupakan obyek wisata, yang banyak menyimpan dan memiliki manfaat lingkungan alam, dan perkembangan dunia ilmu pengetahuan. Maka, tak heran, jika, banyak dikunjungi oleh wisatawan, pelajar, mahasiswa, para ahli tumbuhan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, dan sebagai tempat wisata yang sangat menarik, dengan koleksi keanekaragaman tumbuhan yang ada di dunia. Namun dalam perkembangannya, tingkat kunjungan ke Kebun Raya Cibodas, baik kunjungan wisatawan, maupun kunjungan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, sejak beberapa tahun terakhir ini, banyak mengalami penurunan. Tiga atau empat tahun lalu tingkat kunjungan ke Kebun Raya Cibodas mencapai 400.000 orang/tahun, tapi akhir-akhir ini banyak mengalami penurunan. Sekarang ini, yang mengunjungi Kebun Raya Cibodas pada hari-hari biasa hanya sekitar 200 orang, kecuali pada hari-hari libur tertentu, seperti libur hari raya besar bisa mencapai 200.000 orang setiap harinya, kata Ruskandi, salah sorang petugas pengawas di Kebun Raya Cibodas kepada Pelita, Minggu (30/12). Terjadinya penurunan kunjungan ke Kebun Raya Cibodas, karena banyak faktor, antara lain, karena sering terjadinya macet jalur Puncak, situasi ekonomi yang belum pulih dan faktor-faktor lain. Pengunjung terbanyak pun, yaitu para pelajar, dan mahasiswa, terutama pada masa-masa liburan sekolah. Diawali tanaman Kina Kebun Raya Cibodas, didirikan atas prakarsa ahli botani berkebangsaan Belanda, atas restu Pemerintahan Hindia Belanda, zaman pemerintahan William III, dan merupakan kebun raya kedua setelah Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Cibodas, mulai didirikan diawali dengan penanaman pohon Kina, tanggal 11 April 1852 oleh Johannes ElliasTeysmann. Kina yang ditanam jenis Chinconacalisaya Wedd, ditanam di Kebun Arbei (the strawberry) Pasir Tjibodas, yaitu kebun milik Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Van Gorkom, 1883). Karena kebun tersebut, dinilai sangat sesuai untuk kebun aklimatisasi tanaman Kina. Tanaman Kina yang ditanam, berasal dari Bolivia, Amerika Serikat, yang dibawa oleh HA Weddelf, pada tahun 1846, berupa biji, yang kemudian disemaikan di Perancis. Pada tanggal 1 Desember 1851, kapal Frederick Hendrik yang dinahkodai P Huidekoper meninggalkan dermaga Negeri Belanda menuju P. Jawa, yang di atas geladaknya terdapat bibit kina yang kelak bernilai tinggi bagi sejarah Indonesia, tumbuh berkembang di berbagai tempat di Indonesia. Tanaman hidup tersebut, ditempatkan dalam sebuah kotak khusus, yang dijaga ketat dan sangat hati-hati selama dalam perjalanan menuju P. Jawa, yang akhirnya tiba di dermaga Batavia (Jakarta) dengan kondisi sangat kritis, namun setelah ditanam di Pasir Tjibodas lereng Gunung Gede, tumbuh dengan baik, yang kemudian sekarang berkembang menjadi Kebun Raya Cibodas. Kebun Raya Cibodas, memiliki ciri spesifik dengan adanya pohon Kayu Putih yaitu pohon Eucalyptus spp Araucaria bidwilli dan Acunninghamii tumbuhan dataran tinggi basah. Dalam kurun waktu cukup panjang Kebun Raya Cibodas telah memberikan sumbangan nyata bagi dunia ilmu pengetahuan. Sesuai dengan SK Kepala LIPI tanggal 17 Januari 1987 No.25/KEP/D.5/87, Kebun Raya Cibodas, mempunyai tugas melakukan inventarisasi, eksplorasi, dan konservasi tumbuhan, memberikan jasa ilmiah di bidang arsitektur landskap, melayani masyarakat untuk menumbuhkembangkan apresiasi terhadap alam, dan melakukan evaluasi hasil inventarisasi, eksplorasi, dan konservasi tumbuhan yang berhabitat dataran tinggi basah. Kebun ini pun, merupakan lembaga konservasi floa ex-situ yang telah terkenal di seluruh dunia, terutama di lingkungan kebun raya di dunia. Karena secara berkesinambungan melakukan tukar-menukar material tanaman dengan menggunakan index seminum sebagai buku panduan. Ilmu pengetahuan Koleksi tanaman, selain pohon Perdu dan Herba, terdiri dari koleksi anggrek. Kaktus-kaktusan, sukulen, dan Paku-pakuan, Palem-paleman, sebagian ditempatkan di Lath House dan sebagian ditanam di kebun, dan koleksi lainnya disimpan di rumah kaca. Kebun Raya Cibodas dengan berbagai koleksi dan kekayaan berbagai jenis tumbuhan, merupakan etalase botani dunia. Namun sayang, hingga saat ini, sebagian masyarakat memandang Kebun Raya Cibodas, hanya sebagai tempat rekreasi belaka. Padahal, masyarakat diharapkan lebih meningkatkan perhatiannya terhadap Kebun Raya Cibodas sebagai sarana apresiasi terhadap lingkungan alam, sekaligus membuka wawasan untuk dapat mengenal keanekaragaman tumbuhan, memahami cara kehidupan tumbuhan dan budidayanya. Memang tidak sedikit pula pelajar, mahasiwa yang datang ke Kebun Raya Cibodas, untuk melakukan penelitian atau melakukan kegiatan karya ilmiah atau menambah wawasan tentang aneka tumbuhan yang banyak dimiliki Kebun Raya Cibodas. Sehingga sebagian besar pengunjung tercatat para pelajar dan mahasiswa. Disamping banyak masyarakat yang datang hanya untuk berekreasi dengan mengunjungi beberapa lokasi seperti Rumah Kaca, Jalan Araucaria, Air Terjun Cibodas, dan lokasi landskap serta kolam air mancur sebagai tempat mengoleksi tanaman air.(man suparman)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s