SEJARAH TSUNAMI

SEJARAH TSUNAMI

Tsunami adalah istilah dalam bahasa Jepang yang pada dasarnya menyatakan suatu gelombang laut yang terjadi akibat gempa bumi tektonik di dasar laut. Magnitudo Tsunami yang terjadi di Indonesia berkisar antara 1,5-4,5 skala Imamura, dengan tinggi gelombang Tsunami maksimum yang mencapai pantai berkisar antara 4 – 24 meter dan jangkauan gelombang ke daratan berkisar antara 50 sampai 200 meter dari garis pantai.
Berdasarkan Katalog gempa (1629 – 2002) di Indonesia pernah terjadi Tsunami sebanyak 109 kali , yakni 1 kali akibat longsoran (landslide), 9 kali akibat gunung berapi dan 98 kali akibat gempabumi tektonik.
Yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah : gempa yang terjadi di dasarkan laut, kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km, magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 skala Richter, serta jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun. Hal diatas yang memicu terjadinya tsunami di daerah Kepulauan Seram, Ambon, Kepulauan Banda dan Kepulauan Kai.
Gempa yang menimbulkan tsunami sebagian besar berupa gempa yang mempunyai mekanisme fokus dengan komponen dip-slip, yang terbanyak adalah tipe thrust (Flores 1992) dan sebagian kecil tipe normal (Sumba 1977).Gempa dengan mekanisme fokus strike slip kecil sekali kemungkinan untuk menimbulkan tsunami.

GEMPA BUMI DAN TSUNAMI ACEH 26 DESMBER 2004
1. Telah terjadi gempa bumi besar yang diikuti tsunami hebat hari Minggu, 26 Desember 2004.
2. Badan Meteorologi dan Geofisiska menentukan pusat gempa di 2.9 LU – 95.6 BT, kedalaman 20 km, kekuatan 6.8 Skala Richter (body wave), sedangkan lokasi yang ditentukan oleh USGS 3.4 LU – 94.7 BT dengan kekuatan 8.1 SR (magnitude momen).
3. Tsunami ditimbulkan oleh gempa utama melanda P Nias, Banda Aceh, P Weh, Biruen, Lhok Seumawe, serta sebagian Pantai Timur Aceh. Tsunami juga melanda daerah pantai Negara-negara lain diantaranya: Malaysia, Thailand, Myanmar, Srilangka, India, Somalia, Maldives, Tanzania, Bangladesh, Seychelles, Maladewa, Cocos Island, Mauritius, dan Reunion (data USGS).
4. Gempa bumi ini diikuti gempa-gempa susulan dengan kekuatan bervariasi dengan magnitude 4 sampai dengan 6.2 SR, yang dapat ditentukan oleh BMG. Tsunami hanya ditimbulkan oleh gempa-gempa dangkal di bawah laut dengan magnitude diatas 6 SR. Untuk itu dapat disampaikan bahwa tsunami susulan di daerah Aceh sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Meskipun demikian masyarakat diminta tetap waspada.
5. BMG tidak pernah mengeluarkan statement akan terjadinya gempa bumi dan tsunami di daerah Jawa Barat dalam 2 minggu. Meskipun diketahui bahwa daerah Jawa Barat khususnya pantai selatan termasuk daerah rawan gempa dan tsunami namun belum ada ilmu dan teknologi yang dapat memprediksi akan terjadinya gempa bumi. Sehubungan dengan isu yang beredar tentang akan terjadinya gempa bumi dan tsunami di Jawa Barat dalam 2 minggu ini, dapat kami sampaikan hal tersebut TIDAK BENAR. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bisa menjalankan aktifitasnya tanpa rasa takut dan was-was, kendati kewaspadaan tetap harus dijaga.
6. Hari senin, 27 Desember 2004 telah dilakukan reanalislis terhadap gempa utama dengan memasukan data-data tambahan dari stasiun-stasiun BMG yang dilengkapi dengan seismograph broadband dan menghasilkan lokasi dan kekuatan sumber gempa sebagai berikut:

BMG
Waktu Gempa : 07.58.50,26 WIB
Espisenter : 3.05 LU-94.85 BT
Kedalaman : 20 km
Magnitudo Momen : 8.9 SR
Magnitudo Body : 6.8 SR

USGS
Waktu Gempa : 07.58.53.00 WIB
Espisenter : 3.26 LU-95.82 BT
Kedalaman : 30 km
Magnitudo Momen : 9.0 SR
Magnitudo Body : 6.4 SR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s