KONSEP KE-TUHANAN DALAM FAHAM TRINITAS

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Di zaman yang semakin maju dan modern ternyata masih banyak kesalahpahaman dalam mengartikan konsep Ketuhanan. “Tuhan itu Esa”, itulah kalimat yang mempertegas bahwa Tuhan itu satu tidak dapat disamakan dengan apapun di dunia ini seperti batu, patung, dll.

Sebenarnya Tuhan telah mengutus Rosul dan Nabi untuk menyempurnakan pemahaman manusia mengenai Tuhan. Banyaknya aliran, agama, dan agama yang berbeda prinsip membuat manusia memiliki perbedaan sikap terhadap suatu agama. Ada yang terlalu fanatik terhadap suatu aliran agama sehingga menjadi korban aliran tersebut.

Lain halnya dengan aliran, ada faham animisme, dinamisme, trinitas, dll. Dalam faham animisme Tuhan dipercayai terdapat pada roh nenek moyang, dinamisme mempercayai Tuhan hidup dalam benda-benda mati. Sementara dalam faham trinitas mempercayai bahwa Tuhan memiliki tiga pribadi dalam satu substansi yaitu Bapa Allah, Anak Allah, dan Roh Kudus. Semua itu ternyata bukan jawaban mengenai Ke-esaan Tuhan melainkan hanyalah sebuah ketimpangan agama belaka.

Pada akhirnya, diri pribadi dan keyakinan manusia itu sendirilah yang dapat menjawab itu semua. Tetapi pada hakekatnya manusia mempunyai pilihan untuk menentukan apa yang terbaik dalam hidupnya, termasuk dalam hal beragama. Namun yang perlu diingat Tuhan semua manusia itu adalah satu. Allah itu Esa, tanpa ada yang lain.

  1. Rumusan Masalah
  • Apa yang dimaksud faham trinitas ?
  • Dalam faham trinitas, siapa Bapa Allah, Anak Allah, dan Roh Kudus ?
  • Bagaimana Al-Kitab menelaah tentang faham trinitas tersebut ?

4). Bagaimana konsep ketuhanan menurut al-quran dan hadist?

 

  1. Tujuan
  • Menjelaskan maksud faham trinitas
  • Mengetahui substansi dari siapa sebenarnya Bapa Allah, Anak Allah, dan Roh Kudus menurut faham trinitas
  • Mengetahui telaah Al-Kitab terhadap faham trinitas
  • Menjelasan konsep ketuhanan menurut al-quran dan hadist

BAB II

LANDASAN TEORI

 

  1. KONSEP BAPA ALLAH
  • Akulah Tuhanmu yang telah membebaskanmu dari negeri Mesir, keluar dari tenpat perbudakan, engkau tidak ada memiliki Tuhan-tuhan lain selain Aku. (keluaran 20 : 2 – 3 – al)
  • Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah ALLAH, tidak ada yang lain kecuali Dia. (ulangan 4 : 35)
  • Jawab Yesus : “Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa … (Markus 12 : 29)
  1. KONSEP ANAK ALLAH
  • Maka engkau harus berkata kepada Fir’aun : Beginilah firman Tuhan : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung. (keluaran 4 : 22)
  • Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, anak Allah. (Markus 1 : 1)
  • Anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah. (Lukas 3 : 38)
  1. KONSEP ROH KUDUS
  • Bumi belum terbentuk dan kosong ; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaaan air. (kejadian 1 : 2)

Lihat itu hamba-Ku yang Ku pegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hokum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42 : 1)

BAB III

PEMBAHASAN

              

  1. PENGERTIAN FAHAM TRINITAS

Trintas adalah konsep ketuhanan umat kristiani yang menyatakan bahwa Tuhan itu terdiri dari 3 pribadi dalam satu kesatuan atau tritunggal yaitu (Bapa, Yesus /Anak, Roh Kudus).

Definisi trinitas yang telah dijelaskan di atas didasari dari pernyataan berikut :

  1. Athanasian Creed (abad VI) mendefinisikan Trinitas sebagai berikut: Bapak adalah tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, namun bukan tiga tuhan melainkan satu tuhan.
  2. The Orthodox Christianity mendefinisikan lagi Trinitas sebagai berikut:  Bapak adalah Tuhan,Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan, dan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri, membentuk satu Tuhan.

SEJARAH TRINITAS

Paham trinitas sebenarnya diilhami dari kepercayaan lama para penyembah berhala atau dewa-dewa yang telah berkembang dikawasan kerajaan Babilonia, Mesir, Yunani, dan Romawi. Kepercayaan Tuhan lebih dari satu, atau kepercayaan bahwa Tuhan dapat memiliki keturunan merupakan inti dari ajaran penyembah berhala tersebut.

Dogma  trinitas  yang  dianut  oleh  pihak  gereja  sejak  abad  ke  II  sebenarnya  adalah  paham  yang  disadur  dari  paham  platonis  yang  dicetuskan  oleh  plato  sebagai berikut : Platomenganggap  keilahian  alami  terdiri  dari  atas  tiga  bagian:  Penyebab  awal, Firman (Logos), dan Roh alam semesta….Sistem Platonis sebagai tiga Tuhan,bersatu antara satu dengan lainnya melalui kehidupan yang baka dan misterius; dan Firman (Logos)  secara  khusus  dianggap  yangpaling  tepat  sebagai  Anak Bapak  yang  baka dan sebagai pencipta dan penguasa alam semesta.Pihak gereja juga sudah sering mencoba memasukkan ajaran plato ini ke dalam ajaran Kristen.

Namun baru pada abad ke-4 baru terlaksana dengan dikukuhkannya Athanasian Creed. Baru setelah pengukuhan inilah Tuhan, Anak, dan Roh Kudus masing-masing dianggap tuhan setara dan abadi muncul hingga sekarang.

Dari sini adalah titik awal perusakan ajaran Yesus yang monotheisme diganti dengan ajaran hasiladaptasi  ajaran  kaum penyembah  berhala  atau  paganism. Jika  umat kristiani  melihat  sejarah dan  jujur  terhadap  diri  mereka  sendiri,  maka  mereka seharusnya  tahu  bahwa  Yesus  yang  mereka  muliakan   tidak  pernah  mengajarkan trinitas.  Ajaran  yang  dibawa  Yesus  dan  nabi-nabi  sebelumnya  sama  yaitu monotheisme  bukan  trinitas.Hal  ini  masih  amat  sangat  jelas dan terang termaktub dalam Alkitab.  Begitu  juga  nabi  Muhammad  yang  merupakan  penerus nabi Isa  atau Yesus,  tidak  ada  sedikitpun  ajarannya  mengatakan  bahwa  Tuhan  itu  lebih  dari  satu apa lagi kurang. Peristiwa pengubahan ajaran monotheisme yang diajarkan oleh Yesus menjadi ajaran paganisme  sangatlah  menyesatkan  umat  kristiani  hingga  saat  ini.  Bahkan Allah  swt sampai mengabadikan peristiwa dasyat ini dalam ayat alqur’an surat Maryam ayat  (88-91)

  1. ULASAN SEHUBUNGAN TRINITAS

Masalah Trinitas sering kali ditanyakan dan dibahas disebabkan adanya serangan dari kelompok-kelompok lain, atau adanya kebutuhan untuk bisa menerangkan apa yang kita percayai.

Sebetulnya bagi mereka yang meyakini Trinitas, masalah yang sering timbul adalah, bagaimanakah kita menerangkan hal ini.

  1. Bagaimanakah menghadapi tantangan atau pertanyaan dari pihak luar yang menyerang kepercayaan kita (Pihak Luar ini mencakup siapa saja, tidak perlu harus menyempitkan arti ke satu golongan atau kelompok).
  2. Bagaimanakah menghadapi ulasan atau doktrin yang muncul dari anggota sendiri, yang berbeda dari kepercayaan umum. (Saya bahas dalam bagian ketiga).
  3. Bagaimanakah menerangkan doktrin ini kepada anak-anak kita sendiri.

Itulah masalah yang di hadapi oleh masyarakat kristiani di dalam kehidupan nyata sehari-hari, dan umat Tuhan sebetulnya memerlukan pegangan untuk menyatakan apa yang mereka percayai. Bagaimana mereka mempunyai benteng untuk menghadapi tantangan-tantangan di atas. Oleh sebab itu mereka mulaikan dengan harapan hal ini bisa lebih disempurnakan oleh beberapa pihak yang berkompeten, sehingga dapat menjadi bekal yang baik. Apabila di pelajari maka atribut Allah di Alkitab bisa dipakai oleh Bapa, Yesus dan Roh Kudus.

Banyak ayat-ayatnya,beberapa diantaranya:

Bapa:

1 Yoh 2:3  Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

Anak:

Mar 1:1  Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.

Roh Kudus:

Kej 1:2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Dengan demikian atribut Allah (YHWH) adalah bukan nama diri pribadi Bapa, tetapi nama gelar sebagai pencipta, pemelihara, pemberi hidup dsb. (YHWH tidak pernah diucapkan sebagai Yehova, Yahwe, atau Yehuwa, tetapi diucapkan sebagai Adonay atau Ha-Shem – Nama itu, – kebetulan saya baru membahas kontroversi nama Allah di antara umat Islam dan Kristen).

Hal  ini berbeda dengan Allah (Alloh) orang Islam, yang memang menurut mereka Allah adalah nama diri (pribadi), sehingga perbedaan pengertian ini sering menimbulkan masalah. Menurut pandangan orang Islam, maka kata Allah (Alloh) sebagai nama pribadi, maka hal ini adalah nama khusus untuk Tuhan (dalam hal ini pengertiannya adalah Allah Bapa, sebagai satu-satunya Allah). Nama ini tidak boleh diganti, dan tidak boleh dipakai oleh oknum lain, karena hal itu merupakan hujat (musyrik).

I

  1. HUBUNGAN TRINITAS DENGAN ALKITAB
  1. FAKTA YANG PERTAMA: Alkitab menyatakan bahwa Allah itu hanya satu, yang namanya disebut YHWH – (Kemudian ada yang menambahkan huruf hidup diantaranya menjadi Yahweh atau Jehovah, dan ada yang menyebut Yehuwa.) Ayat yang terkenal yang selalu dipakai adalah Ula 6:4. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (shema Yisrael, Yehovah Eloheinu, Yehovah achad.) (Syema Ysrael, Adonai Elohenu, Adonay Ehad”.). “Hai umat Israel, dengarkanlah: Yahweh, TUHAN Allah kita, adalah TUHAN  yang esa” (FAYH). Jadi fakta yang ada di Alkitab, bahwa Tuhan (YHWH) adalah Esa, dan kata yang dipakai adalah Ahad (tunggal) bukan Yachad (jamak).
  1. FAKTA YANG KEDUA: Di Alkitab Allah berbicara mengenai Diri-Nya dalam bentuk jamak – Kej 1:26; 3:22; 11:7

Apabila kita teliti, maka dari ayat-ayat pertama dalam Alkitab sudah disebutkan adanya:

Allah sang Pencipta, dan pada saat menciptakan sudah menyatakan kejamakannya.

Kej 1:1  Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Kej 1:2  Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Kej 1:26  Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Jadi ada Allah, ada Roh Allah, dan jelas jamak karena menyebut Kita. (di Alquran juga jamak Kami).

Apakah Tuhan tidak mengerti perbedaan Tunggal dan Jamak sehingga membingungkan manusia, atau memang Tuhan sangat mengerti dan menyatakan diri-Nya dalam bentuk satu Kesatuan yang terdiri dari beberapa pribadi (yaitu tiga).

Kemudian dari pernyataan Alkitab, dan Bapa sendiri, ada oknum lain yang berhak memakai kata Allah, yaitu Anak-Nya.

  1. Alkitab menyatakan sifat-sifat Ilahi (Ke – Allahan):

KEKAL (tidak berawal dan berakhir): Kel 3:14; Maz 90:2; 102:24-27; Ibr 1:2; Wah 1:8

MAHA HADIR: 1 Raj 8:27; Max 139:7-12; Jer 23:23,24; Amos 9:2 Ibr 4:13

MAHA TAHU: Maz 139:2-4; 147:4,5; Dan 2:7,8; Yes 40:28; Rom 11:33

MAHA  KUASA: Yer 32:17; Maz 107:25-29; Dan 4;17,25,35; Ayub 42:2

TIDAK BERUBAH: 1 Sam 15:29; Maz 33:11; Yes 46:10,11; Ibr 1:12; Yak 1:17

SIFAT (MORAL): Suci, Benar, Penuh Rahmat, Murah Hati, Kasih, Kebenaran, Murni dan sifat-sifat lainnya yang memang menjadi bagian dari alam-Nya)

  1. Alkitab menyatakan bahwa Yesus mempunyai sifat-sifat Ke-AllahanYesus disebut Yehovah: (YHWH) Yes 6:5 — Yoh 12:41; Yes 41:4; 44:6; 48”12’ Wah 1:17; 22:13
  2. Alkitab menyatakan bahwa Roh Allah (Roh Kudus, Roh Suci) mempunyai sifat-sifat Ke-Allahan. Roh Kudus juga disebut Yehovah (YHWH): yang merujuk pada peristiwa pengalaman di padang belantara yaitu Maz 95:6-9; (banyak ayat-ayat di Perjanjian Lama yang menyatakan firman Allah, yang disebut sebagai firman Roh Kudus di Perjanjian Baru)
  1. KONSEP KETUHANAN MENURUT AL QURAN DAN HADIS

Menurut para mufasir, melalui wahyu pertama al-Qur’an (Al-‘Alaq [96]:1-5), Tuhan menunjukkan dirinya sebagai pengajar manusia. Tuhan mengajarkan manusia berbagai hal termasuk di antaranya konsep ketuhanan. Umat Muslim percaya al-Qur’an adalah kalam Allah, sehingga semua keterangan Allah dalam al-Qur’an merupakan “penuturan Allah tentang diri-Nya.

Selain itu menurut Al-Qur’an sendiri, pengakuan akan Tuhan telah ada dalam diri manusia sejak manusia pertama kali diciptakan (Al-A’raf [7]:172). Ketika masih dalam bentuk roh, dan sebelum dilahirkan ke bumi, Allah menguji keimanan manusia terhadap-Nya dan saat itu manusia mengiyakan Allah dan menjadi saksi. Sehingga menurut ulama, pengakuan tersebut menjadikan bawaan alamiah bahwa manusia memang sudah mengenal Tuhan. Seperti ketika manusia dalam kesulitan, otomatis akan ingat keberadaan Tuhan. Al-Qur’an menegaskan ini dalam surah Az-Zumar [39]:8 dan surah Luqman [31]:32.

Konsep Tuhan berdasar spekulasi

Sebagian ulama berbeda pendapat terkait konsep Tuhan. Namun begitu, perbedaan tersebut belum sampai mendistorsi Al-Qur’an. Pendekatan yang bersifat spekulatif untuk menjelaskan konsep Tuhan juga bermunculan mulai dari rasionalitas hingga agnostisisme, panteisme, mistisme, dan lainnya dan juga ada sebagian yang bertentangan dengan konsep tauhid sehingga dianggap sesat oleh ulama terutama ulama syariat. Dalam Islam, bentuk spekulatif mudah dibedakan sehingga jarang masuk ke dalam konsep tauhid sejati. Beberapa konsep tentang Tuhan yang bersifat spekulatif di antaranya adalah Hulul, Ittihad, dan Wahdatul Wujud.

Konsep Tuhan dalam Islam vs tuhan dalam Arab pra-Islam Ketika membandingkan politeisme Arab pra-Islam, Tuhan dalam Islam tidak memiliki teman dan sekutu maupun pertalian antara Tuhan dengan Jin. Arab pagan pra-Islam bermula dengan adanya berhala yang dibawa ke tanah Arab oleh ‘Amr bin Luhay. Mereka lalu mencampur-adukkan antara monoteisme yang dibawa Ibrahim dan paganisme. Mereka percaya takdir yang kabur, kuat, dan tidak dapat ditawar-tawar melebihi apa yang manusia tidak dapat kendalikan. Paham ini diganti dengan gagasan Islam Tuhan Yang Maha Pemurah namun Maha Kuasa.

Tuhan dalam Islam vs Tuhan dalam Yahudi

Menurut Francis Edwards Peters, “Al-Qur’an menuntut Muslim untuk beriman, dan sejarawan menyetujui bahwa Muhammad and pengikutnya menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan Yahudi [lihat Al-Qur’an Surah Al-‘Ankabut[29]:46]. Allah Al-Qur’an adalah Tuhan Pencipta yang sama yang mengadakan perjanjian dengan Ibrahim“. Peters menyatakan bahwa hal tersebut dalam al-qur’an.

BAB IV

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Konsep ketuhanan trinitas yang di kumandangkan para misionaris Kristen sesungguhnya tidak ada dalam Alkitab. Ia adalah doktrin gereja dan merupakan pengembangan sayap dari doktrin Paulus, yang selanjutnya dipercayai begitu saja oleh umat Kristen tanpa dasar yang kuat.

  1. PENUTUP

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyelesaikan tugas makalah ini dengan lancar. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya, dan jika ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini, kami mohon kritik dan saran yang membangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s